skip to main |
skip to sidebar
SEKARUNG BERAS UNTUK SAUDARAKU
Disebuah desa yang subur, hiduplah dua lelaki bersaudara. Sang kakak
telah berkeluarga dengan 2 orang anak, sedangkan si adik masih melajang.
Mereka menggarap satu lahan berdua dan ketika panen, hasilnya mereka bagi sama rata.
Disuatu malam setelah panen, si adik duduk sendiri dan berfikir.
"pembagian ini sungguh tidak adil, seharusnya kakakku lah yang mendapat
bagian lebih banyak karena dia hidup dengan istri dan kedua anaknya.
Maka dimalam yang sunyi itu diam-diam dia menggotong satu karung padi miliknya dan meletakkanya dilumbung padi milik kakaknya.
Ditempat yang lain, sang kakak juga berfikir, "Pembagian ini adil jika
adikku mendapat bagian yang lebih banyak, karena ia hidup sendiri, jika
terjadi apa-apa dengannya tak ada yang mengurus, sedangkan aku ada anak
dan istri yang kelak merawatku."
Maka sang kakakpun bergegas mengambil satu karung dari lumbungnya dan mengantarkan dengan diam-diam ke lumbung milik sang adik.
Kejadian ini terjadi bertahun-tahun ...
Dalam benak mereka ada tanda tanya, kenapa lumbung padi mereka seperti
tak berkurang meski telah menguranginya setiap kali panen?
Hingga disuatu malam yang lengang setelah panen, mereka berdua bertemu ditengah jalan.
Masing-masing mereka menggotong satu karung padi ...
Tanda tanya dalam benak mereka terjawab sudah, seketika itu juga mereka
saling memeluk erat, mereka sungguh terharu berurai air mata menyadari
betapa mereka saling menyayangi.
Beginilah seharusnya kita bersaudara ...
Jangan biarkan Harta menjadi pemicu permusuhan melainkan menjadi perekat yang teramat kuat diantara saudara.
Allah telah menanamkan cinta pada hati mereka yang mau lelah memikirkan nasib saudara-saudara mereka ...
Allah tidak akan membiarkan kita kekurangan jika kita selalu berusaha mencukupi kehidupan orang lain ...
Allah tak akan menyusahkan kita yang selalu berusaha membahagiakan orang lain ...
*Semangat Sahabat April Hamaro

KISAH SUKSES SANG PENGEMIS
Pada sore
hari ketika banyak orang pulang kerja. Ada satu orang pengusaha menaiki
mobil BMW serta terlihat sedang terburu-buru. Dia turun dan menuju ATM
terdekat untuk mengambil sejumlah uang dalam jumlah BESAR.
Di depan ATM itu ada seorang yang sedang duduk-duduk dilantai.
Pakainnya kumuh, berlubang dan seperti tidak pernah dicuci. dia adalah
seorang pengemis.
Tapi si pengusaha dengan cueknya melangkah
melewati si pengemis dan masuk ke dalam ruang ATM. Dia ingin mentransfer
uang dalam jumlah yang besar.
Ketika dia hendak keluar. Entah
perasaan darimana si pengusaha menjadi iba kepada pengemis. Dia
mengambil dompet dari sakunya. Setelah melihat dari pojok kiri ke pojok
kanan sisi dompet. Dia akhirnya berhasil menemukan uang dengan nominal
paling kecil!
Seribu Rupiah dia berikan kepada si pengemis.
Terima Kasih tuan, Kata si pengemis dengan bibir tersenyum senang.
Sampai senangnya dia mengambil uang seribuan itu dari gelas dan
memegangnya dengan kuat. Hmmmmm… mungkin ini adalah pendapatan
terbesarnya hari itu.
Exspresi dari pengusaha itu hanya
tersenyum kecut.. Lalu… entah kenapa! ketika dia ingin memasuki mobil…
dia seperti tidak rela memberi uang dengan cuma-cuma kepada pengemis
tadi.
Dia berlari kembali menuju ke pengemis. Ketika ingin
mengambil uang seribuan miliknya. Dia tertahan! tidak bisa karena
uangnya masih digenggam oleh si pengemis.
Akhirnya tanpa pikir panjang!
Si Pengusaha mengambil gelas plastik pengemis yang mungkin adalah harta
satu-satunya. Dengan enteng dan terlihat seperti mengejek. Si pengusaha
kikir itu berkata:
"Kamu juga pengusaha bukan?anggap saja saya beli gelas plastik ini".
Kemudian pengusaha berlari kembali ke mobilnya. Si pengemis hanya bisa melongo, ada air yang keluar dari matanya.
8 tahun kemudian….
Di sebuah gedung mewah, si pengusaha sedang berada di kantornya. Melamun! bahkan terlihat seperti orang stres.
Gara-gara krisis ekonomi global, bisnisnya hampir bangkrut! tinggal
menunggu hari saja dia akan menjadi miskin. Suatu hal yang tidak pernah
dia rasakan seumur hidup. Belum lagi tanggungan hutang yang tidak bisa
dia bayar.
Tiba-tiba!
Telepon berdering. Ternyata itu dari sekertarisnya. “Pak ada orang yang mau bertemu dengan bapak”.
Sebenarnya pengusaha itu sedang malas menemui siapa-siapa. Apalagi
orang yang tidak dikenalnya. Namun dia putuskan untuk menemui si tamu
misterius ini.
Tamu misterius itu pun masuk. Lalu diikuti
dengan basa-basi singkat seperti perkenalan nama dsb. Lalu pengusaha pun
menanyakan maksud kedatangan si tamu.
ALANGKAH KAGETNYA!
Tamu misterius itu mau menginvestasikan uang dalam jumlah besar dalam
perusahaannya. Bahkan jumlah uang itu juga sanggup melunasi hutang
perusahaan. Pengusaha itu hanya melongo tidak percaya.
Tapi sebelum si pengusaha berhenti dari kegiatan melongonya. Si tamu misterius itu berkata :
Mungkin bapak sudah lupa terhadap saya. Dulu saya adalah pengemis yang
sering mangkal di depan ATM. Gara-gara bapak dulu ngomong kayak gini
Kamu juga pengusaha bukan?
Saya waktu itu benar-benar terharu.
"Anda tidak menganggap saya sebagai pengemis seperti orang lain, melainkan penjual yang sedang menjual barang."
Waktu itu juga saya berhenti mengemis. Lalu merintis usaha saya sendiri. Dan bisa bapak lihat akhirnya saya BERHASIL.
*Selalulah memandang semua orang baik padamu, Positif thinking itu
penting. Dan menolong kepada sesama adalah tanda bahwa kita adalah
saudara...
Like April Hamaro